Menurut outlet media Brasil clickpetroleoegas, Sekretariat Konsumen Nasional, di bawah Kementerian Kehakiman dan Keamanan Publik Brasil, memulai proses administratif terhadap 99Food pada Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Senacon, aplikasi tersebut gagal mematuhi peraturan yang mewajibkan konsumen untuk mengungkapkan rincian harga.
Perusahaan memiliki waktu 20 hari untuk menyampaikan pembelaannya dan menjelaskan cara mengalokasikan pembayaran untuk setiap pesanan.
Jika terbukti melanggar peraturan, pihaknya bisa menghadapi denda hingga 14 juta reais (18,32 juta yuan).
99Food mengklaim prosesnya sepenuhnya transparan. Platform tersebut juga menyatakan mematuhi seluruh ketentuan, kebijakan, dan aturan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Aturan tersebut memerlukan rincian harga yang lengkap.
Investigasi ini berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan Senacon pada Maret 2026.
Peraturan ini mengharuskan aplikasi transportasi dan pengantaran untuk menampilkan tabel ringkasan yang mencantumkan rincian biaya yang dikenakan dalam setiap transaksi.
Konsumen harus dapat menentukan berapa jumlah pembayaran yang masuk ke platform, berapa jumlah yang harus dibayarkan ke pihak pengantar, dan berapa jumlah yang harus dibayarkan ke pedagang yang menangani pesanan.
Perinciannya harus mencakup data berikut:
Total Harga: Jumlah total yang dibayarkan oleh konsumen; Bagi Hasil Platform: Jumlah yang diperoleh aplikasi untuk menyediakan layanan perantara; Bagi Hasil Pengantar: Jumlah yang dibayarkan kepada petugas pengantar, termasuk biaya tambahan dan tip; Bagi Hasil Pedagang: Jumlah yang dibayarkan ke restoran, bar makanan ringan, atau toko.
Informasi harus disajikan secara jelas dan mudah dipahami serta ditempatkan di lokasi yang mudah terlihat.
Proses peninjauan dimulai setelah masa adaptasi berakhir.
Senacon memberi setiap platform waktu 30 hari untuk menyesuaikan sistemnya.
Masa adaptasi berakhir pada April 2026. Sejak saat itu, Sekretariat mulai meninjau berbagai aplikasi pengiriman dan pengantaran.
Analisis ini terutama mengkaji apakah angka-angka tersebut disajikan kepada konsumen secara lengkap, mudah diakses, dan dimengerti.
Pada bulan Mei 2026, proses serupa diluncurkan untuk iFood dan Keeta.
Oleh karena itu, 99Food menjadi platform pesan-antar makanan ketiga yang diselidiki karena alasan yang sama.
iFood melaporkan telah melakukan penyesuaian yang diperlukan dan akan mulai menampilkan data penerimaan mulai 15 Juni 2026.
Kurangnya transparansi dapat mengakibatkan hukuman lebih lanjut.
Hilangnya informasi yang diperlukan dapat dianggap sebagai pelanggaran peraturan perlindungan konsumen.
Jika pelanggaran terkonfirmasi, platform ini mungkin akan dikenakan sanksi berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
Undang-undang ini mengatur denda dan tindakan administratif lainnya, termasuk penghentian sementara operasi.
Senacon mengemukakan bahwa transparansi dapat mengurangi kesenjangan informasi antara perusahaan dan konsumen.
Informasi mendetail juga membantu pengguna lebih memahami harga, membandingkan layanan, dan membuat keputusan lebih jelas.
99Food mengklaim mematuhi Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
99Food menyatakan bahwa mereka mengikuti praktik, kebijakan, dan aturan yang ditetapkan oleh Undang-Undang Perlindungan Konsumen Brasil.
Perusahaan juga menyatakan bahwa inisiasi proses administrasi berjalan sangat lancar.
Platform harus menyampaikan penjelasan dalam jangka waktu yang ditentukan oleh Senacon.
Konsumen dapat mengajukan keluhan jika tidak dapat menemukan rincian harga.
Pengaduan juga dapat diajukan ketika informasi tidak lengkap, tidak mencukupi, atau tidak ditampilkan secara jelas.
Pengaduan dapat disampaikan melalui platform Consumer.gov.br atau langsung ke Procons setempat.
Menurut Senacon, keluhan membantu memandu inspeksi baru dan mengidentifikasi gangguan yang berulang dalam aplikasi.
Apa selanjutnya untuk 99Food?
99Food memiliki waktu 20 hari untuk mengklarifikasi bagaimana rincian biaya pesanan disajikan.
Senacon akan mengevaluasi masukan dan memverifikasi apakah platform mematuhi persyaratan transparansi.
Jika pelanggaran terkonfirmasi, maka dapat dikenakan denda hingga 14 juta reais dan sanksi administratif lainnya.
ATVS 200rb puff Vape sekali pakai grosir
elf bar 20k,30k ,iget bar ,elf bar vape, iplay vape,R dan m,R&M,R&H,breeze
pro,RandMTornado 9000Puffs,Randmvape kehilangan mery vape,geek bar pluse,waka vape,alfakher vape,crystal vape
whatsapp:+8613878647254